TUGAS
2
A. Judul
PI : Analisa Data Mining Menggunakan Market Basket Analysis Untuk
Mengetahui
Pola Beli Konsumen Dengan Pemrograhaman R.
B. Dosen
Pembimbing : Rosdiana,S.Kom,MMSI
C. Software
: R Studio
D. Latar
Belakang :
Perkembangan dan persaingan dalam dunia bisnis perdagangan
serta kemajuan teknologi informasi merupakan suatu hal yang saling terkait,
dalam
ketatnya
persaingan pasar untuk memenuhi tuntutan pelanggan yang semakin
tinggi.
Pedagang memerlukan strategi dan kecerdasan bisnis untuk dapat terus
memenuhi
keinginan pelanggan dan tuntutan pasar. Sehingga kemajuan teknologi sangat
dibutuhkan untuk mengembangkan bisnis perdagangan. Dalam persaingan di dunia
bisnis, khususnya industri toko online, menuntut para pengembang untuk menemukan
suatu strategi yang tepat supaya dapat meningkatkan penjualan barang, salah
satu cara yaitu dengan mengetahui pola pembelian belanja konsumen sehingga bisa
menerapkan langkah-langkah yang tepat untuk memberikan fasilitas yang lebih,
guna meningkatkan daya jual.
Setiap hari data transaksi penjualan di toko online
semakin bertambah banyak sehingga data tersebut menumpuk, namun data ini
seringkali diperlakukan hanya sebagai rekaman tanpa pengolahan lebih lanjut
sehingga tidak mempunyai nilai guna lebih untuk bisa dimanfaatkan dengan baik.
Analisis dari tiap koleksi data tersebut akan menghasilkan pengetahuan atau
informasi, misalnya berupa pola dan kaidah asosiasi yang terjadi pada data.
Metode yang sering digunakan untuk melakukan analisis pola
perilaku belanja konsumen adalah analisis keranjang belanja atau Market Basket
Analysis (MBA). Analisis ini merupakan salah satu metode dalam penambangan data
(data mining) yang mempelajari tentang perilaku kebiasaan konsumen dalam
membeli barang secara bersamaan dalam satu waktu. Metode analisis pola perilaku
belanja (MBA) menggunakan bantuan algoritma apriori, yang merupakan algoritma
MBA yang digunakan untuk menghasilkan association rule.
Market Basket Analysis dengan algoritma apriori dapat
meningkatkan penjualan karena dengan menerapkannya
dapat diketahui pola kebiasaan belanja pelanggan, sehingga barang - barang yang
sering dibeli pelanggan ditempatkan secara strategis dan stoknya akan
diperbanyak agar mencukupi. Barang – barang yang kurang diminati pelanggan
stoknya dikurangi agar tidak menumpuk yang bisa mengakibatkan kerugian bagi
pengelola serta barang-barang yang sering dibeli secara bersamaan oleh
pelanggan akan ditempatkan berdekatan. Oleh karena itu, dalam tulisan ini
dipaparkan implementasi metode Market Basket Analisys dengan algoritma apriori
untuk mengetahui pola beli konsumen dengan bahasa pemrograman R sebagai
pemroses dan visualisasi data. Pemilihan Bahasa pemrogarman R dikarenakan R
memiliki banyak package yang mampu mengeksplorasi data dengan efisien serta
mampu membangun visualisasi data dengan menarik . Pemilihan algoritma apriori
dikarenakan algoritma ini mampu menyelesaikan pemrosesan data dengan sangat
cepat bahkan untuk dataset dengan item-item unik dalam jumlah besar. Dataset
yang digunakan adalah data online retail dataset dari UCI Machine Learning
Repository dibawah lisensi Public Analytics group, London South Bank
University.
E. Metode
yang digunakan :
1. Pengambilan
data
Data yang digunakan diambil
dari online retail dataset UCI Machine
Learning Repository.
2. Pengenalan
data
Pada tahapan ini penulis
mengumpulkan deskripsi data dan detail informasi mengenai atribut yang terdapat
dalam data.
3. Pemasangan
dan Pemuatan libraries
Pada tahapan ini penulis
melakuakan pemasangan (install) dan pemuatan terhadap libraries atau package
yang akan digunakan.
4. Pra-pemrosesan
data
4.
Pra-pemrosesan
yang dilakukan terhadap data adalah data cleaning meliputi penghilangan missing
value dan mengubah beberapa tipe data atribut ke tipe data yang sesuai.
Kemudian melakukan transformasi data kedalam bentuk transaction data dalam
format basket. Dan menuliskan berkas baru berupa transaction data ke dalam
direktori tempat projek R.
5. Penerapan
algoritma apriori
Menerapkan algoritma apriori
dengan menentukan nilai minimum support dan minimum confidence untuk
mendapatkan aturan asosiasi yang kuat.
6. Penghapusan
aturan rangkap
Melakukan penghapusan
terhadap aturan asoiasi yang menjadi subset dari aturan asosiasi yang lebih
luas.
7. Visualiasi
aturan asosiasi.
Menyajikan 10 aturan asosiasi
terkuat kedalam bentuk visualisasi yang
menarik dan mudah dipahami.
F.
Kelebihan Aplikasi
1. Mampu
memberikan informasi yang dapat digunakan untuk meningkatkan penjualan.
2. Mampu
memberikan informasi deskriptif dari data yang berjumlah besar.
3. Analisa
dan algoritma yang digunakan dapat menjadi refrensi Analisa data transaksi
lainnya.
4. Tahap
pre-proccessing yang dilakukan mampu menjadikan data mentah menjadi data yang
siap diolah.
5. Memberikan
Rekomendasi penjualan barang berdasarkan data.
6. Memiliki
visualisasi yang menarik dan mudah untuk dipahami.
G.
Alasan cepat atau lambat PI untuk sidang
Beberapa
alasan atau faktor yang mempengharuhi cepat lambatnya sidang :
1. Seberapa
kompleks aplikasi/Analisa yang dibuat.
2. Seberapa
luas Batasan masalah dari aplikasi/Analisa yang dibuat.
3. Seberapa
mudah menjangkau atau mendapatkan sumber daya pendukung (data) dari
aplikasi/analisa yang dibuat.
4. Karakter
dosen pembimbing.
5. Seberapa
cepat pembuatan aplikasi/Analisa.
6. Seberapa
cepat pembuatan penulisan dari aplikasi/Analisa.
H.
Promosi Aplikasi
Persiapan
promosi yang dilakukan agar memenuhi salah satu jenis bisnis informatika adalah
melakukan publikasi di berbagai macam repositori seperti github , Kaggle,
medium, dll.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar